PORTALNUSAINA.COM, BULA- Proses pembangunan Jembatan Garuda di Desa Engglas, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, terus dikebut.
Pada Selasa,14 April 2026 pukul 13.30 WIT, personel TNI-AD dari Koramil 1502-06/Bula bersama masyarakat dan pihak perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah setempat dalam hal ini PT. Abdi Sarana Nusa (ASN) mulai melakukan pembongkaran jembatan lama sebagai tahap awal pekerjaan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danramil 1502-06/Bula, Kapten Inf. M. Jen Anjarang, yang turut mendampingi operator excavator di lokasi pembongkaran.
Kapten Anjarang mengatakan, keterlibatan TNI dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Seram Bagian Timur, sekaligus memastikan proses berjalan aman dan tertib.
“Pada hari ini, kami bersama anggota Koramil, masyarakat, dan pihak perusahaan melaksanakan pembongkaran jembatan lama sebagai bagian dari pekerjaan pembangunan Jembatan Garuda di Desa Engglas. Kegiatan ini dilaksanakan atas perintah Dandim 1502/Masohi Letkol Inf. Adi Eka Jaya,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking), Dandim 1502/ Masohi Letkol Inf. Adi Eka Jaya Saputra juga menyampaikan dukungan penuh terhadap proyek tersebut.
Ia menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan wilayah.
“Pembangunan jembatan ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan fisik, tetapi juga mencerminkan persatuan, semangat gotong royong, serta komitmen bersama dalam membangun daerah,” kata Letkol Inf. Adi Eka Jaya Saputra.
Perwira Menengah TNI itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama proses pembangunan berlangsung agar proyek dapat selesai tepat waktu.
Program Pembangunan Jembatan Garuda sendiri merupakan inisiatif TNI Angkatan Darat bersama pemerintah pusat dan daerah. Program ini difokuskan pada pembangunan jembatan, baik gantung maupun darurat, di wilayah terpencil, terisolasi, hingga daerah terdampak bencana.
Melalui program ini, diharapkan konektivitas antarwilayah dapat meningkat, akses masyarakat menjadi lebih mudah, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa.















