PORTALNUSAINA.COM, Bula- Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda & Olahraga Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) hingga kini masih belum memberikan klarifikasi resmi terkait kondisi Kelas B SD Negeri 8 Kilmury.
Kondisi bangunan kelas yang terbuat dari gaba-gaba sempat viral di media sosial dan kini sampai di Kantor Staf Kepresidenan di Jakarta.
Bupati Seram Bagian Timur Fachri Husni Alkatiri mengaku cukup terganggu dengan narasi yang berkembang di media sosial terkait kondisi sekolah tersebut.
Ia menegaskan bahwa bangunan dari gaba-gaba itu bukanlah ruang kelas permanen, melainkan hanya kelas filial atau tambahan sementara.
Oleh karena itu, Ia menegaskan pentingnya penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan untuk meluruskan informasi yang beredar dan memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat.
“Kita tidak bisa hindari dampak sosial media. Yang bisa kita lakukan adalah memberikan penjelasan yang clear supaya publik mengerti masalah sebenarnya,” pungkasnya saat menghadiri Kegiatan Olimpiade Bintang Sekolah yang diselenggarakan Lembaga Bimbingan Belajar EduAsyik di Pendopo Bupati SBT, Rabu (22/4/2026).
Fachri juga mengungkapkan bahwa viralnya informasi tersebut bahkan memicu respons cepat dari Kantor Staf Kepresidenan. Ia menyayangkan jika informasi yang tidak utuh justru menimbulkan kesan negatif terhadap kondisi pendidikan di SBT.
“Bayangkan, saya dapat kabar ini ada reaksi langsung dari Kantor Staf Kepresidenan. Orang bisa pikir SBT ini sudah hancur lebur, tidak ada lagi pendidikan,” katanya.
Meski demikian, Ia menegaskan bahwa kritik terhadap dunia pendidikan tetap penting dan harus diterima. Namun, menurutnya, publik juga perlu melihat persoalan secara utuh, termasuk keterbatasan kewenangan dan prioritas pembangunan daerah.
“Kritik harus kita terima, tapi harus dilihat secara bijak. Banyak hal dalam pembangunan itu bukan hanya soal kebijakan, tapi juga kewenangan dan prioritas,” imbuhnya.















