PORTALNUSAINA.COM,BULA– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) menargetkan percetakan sawah baru seluas sekitar 1.000 hektare pada tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan produksi pangan, khususnya padi, di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten SBT, Sofyan Waraiya, mengatakan sebelum percetakan sawah dilakukan, pemerintah terlebih dahulu melaksanakan tahapan Survei Investigasi dan Desain (SID).
“Jadi sebelum dicetak dilakukanlah survei investigasi dan desain, SID. Kebetulan Kabupaten Seram Bagian Timur mendapat data kurang lebih 1.700 sekian hektare,” ujar Sofyan kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis, 15 Januari 2025.
Menurut Sofyan, proses SID melibatkan lintas sektor untuk memastikan lahan yang akan dicetak tidak bermasalah secara administrasi maupun status kawasan. Sejumlah instansi seperti pertanahan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans), Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta kehutanan turut dilibatkan bersama tim SID dari Universitas Pattimura (Unpati).
“Kami rapat bersama untuk memastikan bahwa lahan yang nanti di-SID-kan itu tidak bermasalah. Setelah itu baru diusulkan ke kementerian, dan kurang lebih tiga bulan kemudian dilakukan percetakan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari total potensi lahan sekitar 1.700 hektare tersebut, pemerintah daerah berharap tetap bisa menambah luasan hingga mencapai target 2.000 hektare, meski dalam prosesnya kemungkinan terjadi penyesuaian.
“Kalaupun dari angka 1.700 itu berkurang-berkurang, target penambahan kita tetap 2.000 hektare,” katanya.
Adapun lokasi percetakan sawah baru difokuskan pada Sentra Pengembangan Tanaman Pangan, khususnya padi. Wilayah Bula Barat menjadi lokasi utama dengan luasan sekitar 1.500 hektare, sementara sisanya berada di kawasan Trans Wae Kudal, Kecamatan Werinama.
Program percetakan sawah baru ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Seram Bagian Timur.














