PORTALNUSAINA.COM, BULA– Langkah strategis Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, mendorong hilirisasi sagu mendapat sorotan positif dari berbagai pihak. Salah satunya, Lembaga Tabulik Institute, yang menilai inisiatif ini sebagai upaya penting dalam memperkuat ketahanan pangan lokal.
Ketua Tabulik Institute, Junedi Mahad, menjelaskan bahwa hilirisasi sagu bukan sekadar pengolahan tepung sagu, tetapi mengubahnya menjadi produk olahan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
“Hilirisasi sagu konsepnya adalah proses pengolahan sagu dari bentuk tepung menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi,” ujar Junedi dalam keterangannya, Selasa (12/11/2025).
Menurut Junedi, program yang digagas langsung oleh Bupati Fachri Husni Alkatiri sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Perpres ini mencakup 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi prioritas pembangunan di tingkat nasional.
Lebih jauh, Junedi menekankan bahwa pengembangan sagu sebagai komoditas lokal tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Oleh karena itu, Junedi menambahkan, Tabulik Institute memberikan apresiasi khusus kepada Bupati Fachri Husni Alkatiri karena mendorong sagu sebagai ciri khas daerah sekaligus potensi ekonomi lokal.
“Langkah ini patut didukung karena mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga kedaulatan pangan,” ujarnya.
Sejauh ini, pemerintah daerah telah mengajukan rencana hilirisasi sagu ke Kementerian Dalam Negeri, yang selanjutnya akan diteruskan ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Jika disetujui, program ini akan masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026 dan berpotensi menjadi Proyek Strategis Nasional.
Selain itu, Dinas Pertanian SBT bersama Masyarakat Sagu Indonesia (MASSI) baru-baru ini menggelar Forum Group Discussion (FGD) membahas potensi produksi sagu di daerah tersebut. Forum ini melibatkan berbagai pihak terkait sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan hilirisasi sagu.
Dengan luas lahan sagu mencapai lebih dari 35 ribu hektare, hilirisasi sagu di SBT diharapkan menjadi mesin penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai sentra sagu Maluku. Program ini pun menjadi harapan baru bagi pemanfaatan pangan lokal yang berkelanjutan. (PN-01).














