PORTALNUSAINA.COM,BULA-Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Fachri Husni Alkatiri menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) SBT atas penyelenggaraan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-III.
Hal ini disampaikan Fachri saat menghadiri kegiatan tersebut yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama SBT, Minggu (23/11/2025).
“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar GMNI SBT yang telah memprakarsai kegiatan strategis ini. Konfercab bukan hanya forum pergantian kepemimpinan, tetapi momentum memperkokoh konsolidasi organisasi dan soliditas internal,” kata Bupati Fachri dalam sambutannya.
Menurut Fachri, konferensi ini penting untuk memperkuat ideologi, meneguhkan ajaran Marhaenisme, serta membangun arah gerakan yang lebih progresif dan berpihak pada rakyat.
Bupati Fachri menyoroti tema Konfercab III GMNI SBT: “Bersatu, Marhaen Menang di Bumi Ita Wotu Nusa” sebagai tema yang wajib dipegang teguh seluruh kader.
“Bersatu merujuk pada semangat gotong royong dan persatuan nasional yang diajarkan Bung Karno. Semangat ini sangat relevan dengan filosofi lokal kita, Ita Wotu Nusa, sebuah slogan yang membangkitkan semangat untuk membangun negeri ini lebih makmur dan sejahtera,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa persatuan merupakan modal utama pembangunan daerah. Sementara itu, makna Marhaen Menang, kata Fachri, adalah cita-cita terwujudnya masyarakat adil dan makmur, dimana rakyat kecil dapat menikmati kekayaan daerah, mulai dari laut hingga daratan yang subur.
“Bumi Ita Wotu Nusa adalah penegasan bahwa perjuangan Marhaenisme harus berakar kuat di tanah kelahiran kita. Kekayaan laut, hasil bumi, dan potensi wisata SBT harus dikelola untuk kesejahteraan masyarakat SBT sendiri,” tegasnya.
Bupati Fachri menekankan bahwa GMNI sebagai organisasi berideologi Marhaenisme harus menjadi garda terdepan menjaga keutuhan bangsa sekaligus peka terhadap kondisi rakyat kecil.
“GMNI harus menjadi mata dan telinga bagi kaum Marhaen di Bumi Ita Wotu Nusa. Saya meminta melalui Konfercab III ini, GMNI SBT harus merumuskan program-program taktis dan strategis yang langsung menyentuh masyarakat,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar kader GMNI tidak hanya menjadi penonton dalam proses kebijakan publik, tetapi aktif menjadi pemain inti.
“Jadilah aktivis yang membawa solusi, bukan hanya membawa masalah. Jadilah intelektual yang turun ke lapangan, bukan hanya berkutat di menara gading kampus,” katanya.
Fachri juga mengutip pesan Bung Karno yang menyebut perjuangan generasi kini lebih sulit karena harus melawan persoalan di dalam negeri sendiri, seperti kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan.
Bupati memastikan Pemerintah Daerah SBT selalu membuka ruang kolaborasi dengan organisasi manapun, termasuk GMNI.
“Sebagai pemerintah daerah, kami selalu membuka diri untuk berkolaborasi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap GMNI sebagai garda terdepan dapat bersama pemerintah mewujudkan cita-cita kemakmuran rakyat,” tuturnya.
Di akhir sambutan, Bupati Fachri berharap Konfercab III GMNI SBT berjalan sukses dan melahirkan kepemimpinan baru yang berintegritas serta progresif.
“Semoga konfercab ini merumuskan agenda gerakan yang berpihak sepenuhnya pada rakyat,” pungkasnya.
Konfercab ke-III GMNI SBT ini dihadiri langsung Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI Sujahri Somar, pimpinan DPD GMNI Maluku serta Ketua Persatuan Alumni GMNI SBT Abdul Aziz Yanlua dan beberapa pengurus.
Selain itu, beberapa pimpinan OKP/i di Kabupaten Seram Bagian Timur. Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung selama tiga hari kedepan.
(PN-01).














