PORTALNUSAINA.COM,BULA- Suasana hangat terasa di ruang pelayanan Negeri Waras-waras, Kecamatan Tutuktolo, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Sabtu (8/11/2025). Para guru dan kepala sekolah dasar dari seluruh Kecamatan Tutuktolo berkumpul dalam kegiatan Musyawarah Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) yang digelar oleh UPTD Pendidikan setempat.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tutuktolo, Husein Kelian, yang juga membuka secara resmi jalannya musyawarah. Dalam sambutannya, Husein menekankan pentingnya penyusunan program kerja pengurus KKG dan KKKS yang baru dengan tetap berpedoman pada Permendikbud Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru.
“Program kerja harus mengacu pada kalender pendidikan. Guru harus memahami tanggung jawabnya, mulai dari merencanakan pembelajaran hingga membimbing peserta didik sesuai ketentuan beban kerja yang berlaku,” ujar Husein Kelian di hadapan para peserta musyawarah.
Selain membahas perencanaan program kerja, Husein juga mengingatkan para kepala sekolah untuk meninjau kembali kurikulum satuan pendidikan di masing-masing sekolah. Ia berharap, muatan bahasa daerah dapat dimasukkan sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal di Bumi Ita Wotu Nusa.
“Kalau kita tidak memperkuat budaya sendiri sejak dini, bisa saja bahasa daerah kita punah dalam 10 atau 20 tahun ke depan,” kata Husein.
Dalam forum tersebut, para guru dan kepala sekolah juga menyepakati pembentukan pengurus baru KKG dan KKKS Kecamatan Tutuktolo. Hasil musyawarah diserahkan langsung kepada ketua terpilih untuk diterbitkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan resmi oleh UPTD Pendidikan.
Meski demikian, Husein tak lupa memberikan apresiasi kepada pengurus KKG dan KKKS periode sebelumnya, yang tetap aktif bekerja meningkatkan mutu pendidikan meski belum memiliki SK resmi.
“Dedikasi mereka luar biasa. Tanpa SK pun mereka tetap bersemangat bekerja demi kemajuan pendidikan di Tutuktolo,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Kepala UPTD Pendidikan Tutuktolo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Raja Waras-waras, Mohamad Syah Irfan, atas dukungan dan fasilitas yang diberikan hingga kegiatan berjalan lancar.
Musyawarah kali ini menjadi momen penting bagi dunia pendidikan di Tutuktolo, bukan hanya untuk menyusun program kerja baru, tetapi juga menegaskan komitmen bersama dalam melestarikan bahasa dan budaya daerah agar tetap hidup di tengah pesatnya perkembangan zaman. (PN-01).















