PORTALNUSAINA.COM,BULA- Ketua DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Risman Sibualamo, menegaskan pihaknya menyetujui masuknya investasi ke daerah. Hal ini termasuk rencana investasi pisang abaka yang kini sudah dalam tahap survei lahan.
Namun, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengingatkan pemerintah daerah terutama Bupati Fachri Husni Alkatiri lebih selektif dan memprioritaskan investasi yang benar-benar berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Risman kepada wartawan, Kamis, 15 Januari 2025. Ia juga mengingatkan pemerintah daerah untuk fokus pada penyelesaian persoalan yang menyerat salah satu investor besar di sektor migas di daerah itu yaitu Kalrez Petroleum Seram Ltd.
“Kalau investasi pisang abaka, pada dasarnya kami setuju. Tapi mungkin Pak Bupati lebih fokus dulu ke investor migas yang sedang bermasalah. Ada dua investor besar di SBT, yaitu PT Citic dan Kalrez,” kata Risman.
Ia menilai persoalan yang melibatkan Kalrez Petroleum Seram Ltd saat ini berupa penunggakan gaji karyawan berdampak besar terhadap kondisi sosial dan ekonomi daerah, termasuk nasib tenaga kerja lokal.
“Masalah Kalrez ini menyangkut anak-anak kita dan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi SBT,” ujarnya.
Risman mengatakan, DPRD tetap terbuka terhadap investasi lain, termasuk pisang abaka dan hilirisasi sagu. Namun, Ia mendorong agar pemanfaatan lahan produktif milik masyarakat lebih diutamakan melalui program pemberdayaan.
“Kalau ada lahan masyarakat yang produktif, lebih baik dimanfaatkan dulu untuk masyarakat. Bisa dengan pengadaan bibit kakao, kelapa, cengkih, supaya mereka kelola sendiri dan hasilnya mereka nikmati,” jelasnya.
Menurut Risman, pengalaman investasi kelapa sawit di Maluku Tengah perlu menjadi pelajaran. Ia menilai investasi berskala besar sering kali hanya menempatkan masyarakat lokal sebagai buruh.
“Siapa pun investornya, masyarakat kita ujung-ujungnya jadi buruh kasar atau karyawan. Kita lihat saja contoh sawit. Masyarakat jadi orang upahan,” katanya.
Ia menilai program pemberdayaan langsung ke masyarakat lebih berkelanjutan dibandingkan menghadirkan investor yang menjadikan warga sebagai tenaga kerja.
“Kalau masyarakat punya lahan dan didukung program, mereka bisa tanam sendiri, rawat sendiri, dan panen sendiri. Itu lebih baik daripada jadi buruh,” ucap Risman.
Sementara itu, Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri sebelumnya menyampaikan bahwa minat investor untuk menanamkan modal di SBT terus meningkat, terutama di sektor pisang abaka dan perikanan.
Hal itu disampaikan Fachri usai menghadiri rapat paripurna peringatan HUT ke-22 Kabupaten SBT di Gedung DPRD SBT, 18 Desember 2025.
“Pisang abaka kemarin alhamdulillah sudah ada investornya. Mereka sudah survei dan sangat puas,” kata Fachri.
Ia menyebut investor tersebut dijadwalkan kembali datang ke SBT pada Januari 2026 untuk melanjutkan pembahasan teknis.
“Rencana Januari mereka akan datang lagi untuk diskusi lanjutan soal pisang abaka,” ujarnya.
Selain itu, Fachri mengatakan sektor perikanan juga menjadi primadona investor. Ia mengungkapkan ada sekitar empat hingga lima calon investor yang menyatakan minat.
“Terakhir ini cukup banyak yang berminat di sektor perikanan,” ucapnya.
Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Fachri meminta calon investor menyampaikan letter of interest secara resmi agar rencana investasinya dapat dikaji.
“Mana yang kita anggap paling menguntungkan daerah dan masyarakat, itu yang akan kita tindak lanjuti secara serius,” tegasnya.
Fachri berharap masuknya investasi dapat mendorong kebangkitan ekonomi SBT di tengah tekanan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran.
“Insya Allah SBT bisa bangkit dari situasi sulit ke depan,” tutupnya.















