PORTALNUSAINA.COM,BULA– Kepala Kantor Cabang Bank Maluku-Malut Bula, Fatimah, memaparkan sejumlah peluang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dalam rapat bersama Komisi II DPRD SBT, Kamis (20/11/2025).
Dalam paparannya, Fatimah menyebutkan bahwa deviden yang dapat diterima pemerintah daerah dari Bank Maluku-Malut mencapai Rp9 miliar. Selain itu, masih terdapat peluang pendapatan tambahan yang bisa dimaksimalkan melalui penempatan dana mengendap dalam bentuk deposito.
“Penempatan deposito ini seharusnya berasal dari dana-dana yang tidak terpakai. Jika ada dana yang mengendap, sebaiknya didepositokan agar dapat menambah PAD,” ujar Fatimah.
Ia menjelaskan bunga jasa giro hanya berada di kisaran 2 persen, sedangkan deposito mampu memberikan imbal hasil hingga 5 persen, sehingga lebih menguntungkan bagi daerah.
Selain pemaparan potensi PAD, Fatimah juga mengungkap rencana perluasan layanan perbankan di wilayah SBT. Bank Maluku-Malut menargetkan peluncuran agen laku pandai pada akhir 2025 atau awal 2026 untuk memperluas akses layanan keuangan.
“Agen laku pandai ini seperti BRIlink dan bisa ditempatkan di kecamatan-kecamatan jauh dari kantor bank. Agen bisa berasal dari toko-toko maupun ASN dengan syarat memiliki modal yang cukup,” katanya.
Tak hanya itu, Bank Maluku-Malut juga berencana membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) di Kecamatan Kesui pada awal 2026. Pembukaan ini diharapkan mempermudah transaksi masyarakat yang selama ini harus menanggung biaya tinggi untuk layanan transfer.
“Permintaan pembukaan KCP datang langsung dari camat. Survei lokasi sudah kami lakukan dan Direksi telah menyetujui. Saat ini kami hanya menunggu izin OJK. Pembukaan kantor tersebut sudah masuk Rencana Bisnis Bank 2026,” jelas Fatimah.
Bank Maluku-Malut juga mendorong optimalisasi PAD melalui digitalisasi transaksi menggunakan QRIS. Sosialisasi penggunaan QRIS telah dilakukan bersama tim IT kepada sejumlah dinas, seperti Dispenda, Dishub, dan Dinas Koperasi.
“QRIS dapat membantu meningkatkan PAD karena seluruh transaksi tercatat dan masuk dengan aman ke Rekening Kas Umum Daerah,” ucapnya.
Bank Maluku-Malut menegaskan komitmennya untuk mendukung pemerintah daerah melalui optimalisasi pengelolaan keuangan, perluasan jaringan layanan, dan pemanfaatan teknologi pembayaran digital














