PORTALNUSAINA.COM,BULA– Ketua Komisi II DPRD Seram Bagian Timur (SBT), Husin Rumadan, menegaskan penolakan sebagian pedagang terhadap kebijakan retribusi di Pasar Bula tak lepas dari kondisi infrastruktur pasar yang masih jauh dari kata layak. Hal itu disampaikan Husin kepada wartawan di Gedung DPRD SBT, Kamis (20/11/2025).
Husin mengatakan Pasar Bula merupakan pasar daerah yang saat ini sedang dalam proses penataan di sejumlah titik. Ia menyebut ada pembangunan dan pembenahan yang sementara berjalan, namun hal itu mestinya tidak menjadi hambatan jika dilakukan secara bertahap dan terencana.
“Pasar ini adalah pasar daerah, dan tentu penolakan ini kaitannya dengan retribusi. Bahwa memang saat ini ada terjadi pembenahan di beberapa ruas, termasuk pengesmanan juga. Ada pembangunan pasar, dan itu bukan sesuatu yang menyulitkan buat kita,” ujarnya.
Menurut Husin, prioritas DPRD dan pemerintah daerah saat ini adalah memperbaiki fasilitas dan pelayanan di pasar sebelum menarik retribusi secara optimal. Ia menilai masih banyak sarana yang harus dibenahi agar pedagang dan masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman.
“Target dari DPRD ataupun pemerintah daerah adalah bagaimana kita lakukan pembenahan. Infrastruktur yang ada dalam Pasar Bula ini diperbaiki, kita perbaiki pelayanannya, dan kemudian setelah itu baru bisa kita tarik retribusinya,” jelasnya.
Ia mengakui kondisi pasar saat ini cukup memprihatinkan. Mulai dari area berjualan yang tak tertata hingga persoalan teknis seperti kebocoran atap dan lantai yang kerap basah. Situasi itu membuat sebagian pedagang memilih berjualan di luar area pasar.
“Situasinya tidak nyaman memang karena ada yang di luar, di dalam juga ada kebocoran, maupun lantai yang basah dan sebagainya,” tambahnya.
DPRD SBT berharap proses pembenahan dapat segera dirampungkan agar pedagang bisa kembali berjualan di tempat yang lebih rapi dan layak. Dengan demikian, retribusi dapat diberlakukan secara adil dan transparan.















