PORTALNUSAINA.COM, BULA– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) menggelar pertemuan diseminasi Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR) di Aula Pendopo Bupati, Rabu (07/01/2026) pagi.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan SBT, Punira Kilwalaga, menyampaikan dalam sambutannya bahwa penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan program prioritas nasional yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).
“Sejalan dengan kebijakan nasional, Pemda SBT melalui RPJMD telah menyinkronkan sasaran indikator penurunan AKI dan AKB. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat maupun daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu, bayi, dan anak sebagai bagian integral pembangunan manusia berkualitas,” kata Kilwalaga.
Dia menambahkan, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pemerintah menargetkan penurunan AKI dan AKB dengan memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan kualitas layanan primer dan rujukan, pemanfaatan data surveilans yang akurat, serta memperkuat peran pemerintah daerah dan masyarakat.
“Upaya ini menuntut kekompakan yang konkret, berkesinambungan, dan berbasis bukti,” ujarnya.
Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri menekankan bahwa tingginya AKI dan AKB bukan sekadar angka statistik medis, tetapi ‘alarm’ yang mengingatkan semua pihak mengenai kualitas pelayanan, kesiapan sistem rujukan, dan koordinasi lintas sektor.
“Pelaksanaan pertemuan diseminasi AMPSR ini merupakan langkah strategis untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Kegiatan ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai instrumen pembelajaran untuk mengidentifikasi akar masalah, memperbaiki sistem, dan mencegah kasus serupa di masa depan,” jelasnya.
Fachri Husni berharap hasil audit dapat dipahami secara utuh oleh seluruh pemangku kepentingan, baik dari aspek medis maupun sosial budaya. Ia menegaskan agar rekomendasi yang dihasilkan segera ditindaklanjuti, termasuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan perbaikan sarana-prasarana.
“Kepada seluruh tenaga kesehatan, saya mengajak saudara-saudara untuk bekerja dengan hati dan profesionalisme tinggi. Setiap nyawa yang kita selamatkan adalah sumbangsih besar bagi masyarakat di daerah yang sama-sama kita cintai ini,” tutupnya.















