PORTALNUSAINA.COM,BULA- Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Denpasar, Bali, Selasa (16/12/2025). Pengukuhan ini menandai dimulainya kepemimpinan M. Risyad Fahlefi sebagai Ketua Umum dan Patra Dewa sebagai Sekretaris Jenderal GMNI periode terbaru.
Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi keberlanjutan perjuangan ideologis GMNI sekaligus menegaskan komitmen organisasi dalam menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman kader dari seluruh Indonesia.
Ketua Umum DPP GMNI, M. Risyad Fahlefi, menegaskan bahwa kepengurusan periode ini akan berfokus pada penguatan ideologi dan keberpihakan kepada rakyat kecil. Menurutnya, GMNI harus hadir sebagai organisasi kader dan perjuangan yang konsisten membela kepentingan kaum marhaen.
“GMNI akan menjalankan peran sebagai mitra kritis yang bertanggung jawab. Ketika ada kebijakan yang mendistorsi kepentingan rakyat, GMNI akan berdiri di garis depan menyampaikan kajian akademik, kritik, dan saran yang konstruktif,” ujar Risyad dalam sambutannya.
Dalam struktur kepengurusan DPP GMNI periode ini, terdapat keterwakilan dua kader asal Maluku yang dipercaya mengemban amanah di tingkat nasional. Mereka adalah Adi Suherman Tebwaiyanan, S.E., M.M. yang menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Rion Adi, S.E. sebagai Wakil Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda.
Adi Suherman menyebut keterwakilan kader Maluku di tingkat pusat merupakan bentuk komitmen GMNI dalam menjaga representasi wilayah dan memberikan ruang yang adil bagi kader dari kawasan timur Indonesia.
“Sebagai anak timur dari Maluku, kami berkomitmen untuk terus membersamai dan mengawal Ketua Umum Risyad Fahlefi dan Sekjen Patra Dewa dalam kerja-kerja ideologis, terutama dalam upaya mengaktualisasikan tujuan organisasi untuk mengakomodasi kepentingan kaum marhaen,” kata Adi Suherman.
Senada dengan itu, Rion Adi menilai kepercayaan yang diberikan kepada kader Maluku menjadi bukti bahwa GMNI adalah organisasi nasional yang terbuka dan menjunjung tinggi prinsip kebersamaan.
“Ini bukan sekadar kebanggaan daerah, tetapi tanggung jawab besar untuk berkontribusi nyata dalam dinamika perjuangan GMNI di tingkat nasional,” ujarnya.
Pengukuhan DPP GMNI di Denpasar ini turut dihadiri oleh perwakilan DPD dan DPC GMNI se-Indonesia, para senior dan alumni GMNI, serta berbagai elemen organisasi kemahasiswaan. Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat persatuan.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru, DPP GMNI diharapkan mampu menjalankan roda organisasi secara kolektif, progresif, dan konsisten berpihak pada kepentingan kaum marhaen, sesuai amanah AD/ART serta nilai-nilai perjuangan Bung Karno.















