PORTALNUSAINA.COM, BULA – Menjelang perayaan Iduladha dan libur panjang akhir pekan, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menambah penyaluran minyak tanah subsidi sebanyak 450 ribu liter guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat di wilayah Papua dan Maluku.
Tambahan penyaluran itu difokuskan di dua provinsi, yakni Maluku dan Papua Barat Daya. Dari total tambahan tersebut, sebanyak 370 ribu liter dialokasikan untuk Maluku, sementara 80 ribu liter disalurkan ke Papua Barat Daya.
Pjs Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi selama momentum Hari Raya Iduladha.
“Tambahan penyaluran minyak tanah sudah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan tambahan minyak tanah subsidi ini mencukupi peningkatan konsumsi masyarakat, terutama di wilayah yang merayakan Iduladha,” ujar Bram dalam keterangan pers, Selasa (26/5/2026).
Dia menjelaskan, penyaluran tambahan minyak tanah telah dilakukan secara bertahap sejak 23 hingga 24 Mei 2026 dan akan terus disesuaikan dengan kondisi kebutuhan di lapangan selama masa libur panjang.
Menurutnya, seluruh penjualan minyak tanah tambahan dilakukan melalui pangkalan resmi dan dipastikan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah.
Selain minyak tanah, Pertamina juga memastikan stok BBM dan LPG di wilayah Papua-Maluku dalam kondisi aman.
Untuk stok LPG, per 26 Mei 2026 tercatat tersedia sekitar 2.000 metrik ton yang ditopang dari Integrated Terminal Wayame Ambon dan Integrated Terminal Jayapura. Jumlah itu disebut mampu memenuhi kebutuhan LPG non subsidi hingga dua bulan ke depan.
Sementara untuk BBM, stok Solar dan Dexlite tersedia sekitar 84 juta liter atau cukup untuk 14 hari, Pertalite 28,4 juta liter dengan ketahanan 17 hari, Pertamax 32 juta liter untuk 42 hari, serta Avtur dan minyak tanah sekitar 40 juta liter dengan ketahanan stok mencapai 23 hari.
“Stok ini terus bergerak karena suplai BBM dan LPG dilakukan rutin setiap tiga sampai empat hari melalui kapal pengangkut. Tim di lapangan juga tetap siaga selama masa libur untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi masyarakat,” jelasnya.
Pertamina pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan dan tetap membeli BBM, LPG maupun minyak tanah sesuai kebutuhan.(DIK)














