PORTALNUSAINA. COM, BULA- Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana kunjungan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia ke wilayah tersebut. Kunjungan itu dinilai sebagai langkah positif untuk menyelesaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat transmigrasi, terutama menyangkut status kepemilikan lahan.
“Kita, Dinas Pertanian sangat mengapresiasi inisiatif dari Dinas Transmigrasi yang mendorong kedatangan Menteri Transmigrasi ke SBT. Ini langkah positif karena persoalan status lahan warga di kawasan transmigrasi sangat penting untuk segera diselesaikan,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten SBT Sofyan Waraiya kepada wartawan di ruang kerjanya, Jum’at (10/10/2025).
Menurut Sofyan, selama ini terdapat sejumlah masalah di lapangan, seperti ketidaksesuaian antara lahan yang sudah digarap petani dengan hasil pembagian sertifikat. Ia mencontohkan kasus lahan usaha dua (LU-II) yang sudah dikelola petani, namun pada saat sertifikasi, lahan tersebut justru menjadi milik orang lain.
“Sayang sekali kalau petani sudah mengelola satu hektare lahan selama bertahun-tahun, tetapi pada akhirnya sertifikat diberikan ke pihak lain. Ini yang menjadi perhatian kami, dan kami harap akan menjadi bahan pembahasan dalam kunjungan menteri nanti,” jelasnya.
Selain persoalan status lahan, Sofyan juga menyoroti rencana strategis sektor pertanian di SBT. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 mendatang, Pemkab SBT melalui Dinas Pertanian menargetkan pencetakan 2.000 hektare sawah baru yang saat ini sedang dalam tahap survei investigasi dan desain (SID).
“Kalau hasil survei menunjukkan lahan tersebut memenuhi syarat teknis, maka tahun depan kita akan mulai cetak sawah. Setelah itu akan kita masukkan ke dalam data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B),” katanya.
Ia menambahkan, lahan pertanian yang masuk dalam LP2B akan menjadi dasar pengusulan program infrastruktur dari kementerian terkait, seperti Inpres Jalan dan Jembatan melalui Dinas Pekerjaan Umum.
Sofyan mencontohkan, saat ini SBT sudah mendapat perhatian melalui usulan pembangunan dua jembatan senilai kurang lebih Rp42 miliar yang akan dibangun di Desa Fatolo dan Bula Air. Usulan tersebut diterima karena lahan sawah seluas lima hektare di Breeding Center masuk dalam data LP2B dan menjadi dasar pengajuan ke pemerintah pusat.
“Kalau data LP2B sudah lengkap, kita punya posisi tawar yang kuat. Misalnya di lokasi transmigrasi Waikudal kalau nanti lahan 200 hektare dicetak dan masuk LP2B, maka otomatis bisa diusulkan pembangunan embung, jalan dan akses transportasi, ” ungkapnya.
Untuk itu, Sofyan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara Dinas Pertanian, Dinas Transmigrasi dan Dinas Pekerjaan Umum agar pembangunan di kawasan transmigrasi benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami di Dinas Pertanian mendukung 100 persen rencana kunjungan Menteri Transmigrasi ini. Harapannya, nanti jelas mana yang menjadi tanggung jawab kementerian, mana yang menjadi tugas kami, agar program pertanian dan transmigrasi bisa berjalan seiring untuk kesejahteraan warga,” tutupnya.(PN-01).















