PORTALNUSAINA.COM,BULA– Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, menelusuri dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap seorang warga setempat bernama Suryani Sula yang diduga berada di Libya.
Kepala Disnakertrans SBT Mochtar Rumadan di Bula, Kamis, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan verifikasi informasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kronologi serta kondisi korban.
“Kami sudah melakukan komunikasi dan wawancara dengan Desi Rumadai yang diketahui menampung Suryani sejak dari SBT hingga ke Jakarta. Informasi yang kami terima masih terus diverifikasi,” kata Mochtar.
Ia menjelaskan, Suryani dan Desi berangkat bersama dari Bula menuju Jakarta. Namun setibanya di Jakarta, Suryani memisahkan diri dan berhubungan dengan pihak lain di luar kesepakatan awal.
“Di Jakarta, Suryani kemudian berurusan dengan seseorang bernama Ibu Dede, yang diduga sebagai penyalur tenaga kerja. Dari informasi yang kami terima, Suryani diberangkatkan ke Turki sebelum akhirnya diketahui berada di Libya,” ujarnya.
Mochtar menyebutkan, Desi sempat mengingatkan Suryani agar tidak berurusan dengan pihak yang tidak jelas legalitasnya karena diduga bukan agen resmi.
Namun Suryani tetap melanjutkan proses tersebut dengan alasan telah diserahkan oleh orang tuanya kepada pihak dimaksud.
Hingga saat ini, Disnakertrans SBT belum berhasil menghubungi Suryani karena nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif.
“Kami sudah mencoba menghubungi melalui telepon dan WhatsApp, tetapi belum ada respons. Upaya ini kami lakukan atas instruksi Bupati untuk memperoleh informasi yang jelas terkait kondisi yang bersangkutan,” kata Mochtar.
Selain berkoordinasi dengan Desi, Disnakertrans juga berkomunikasi dengan pihak keluarga, termasuk ibu Suryani, Maryam Sula. Identitas dan legalitas penyalur tenaga kerja yang disebut bernama Ibu Dede masih dalam tahap penelusuran.
“Sampai sekarang kami belum mengetahui agen atau perusahaan yang menaungi penyalur tersebut. Ini masih menjadi fokus pencarian informasi kami,” ujarnya.
Mochtar menambahkan, saat ini terdapat sekitar tiga hingga empat tenaga kerja asal SBT yang bekerja di Arab Saudi melalui perusahaan resmi dan dilaporkan dalam kondisi aman. Sementara sejumlah calon tenaga kerja lainnya masih berada di tempat penampungan di Jakarta dan dalam tahap pembekalan.
Terkait langkah lanjutan, Disnakertrans SBT akan memperluas koordinasi dengan Disnaker Provinsi Maluku, kementerian terkait, serta perwakilan RI di luar negeri sesuai negara tujuan.
“Kami juga meminta data lengkap seluruh calon tenaga kerja asal SBT agar dapat dimonitor dengan baik dan mencegah terulangnya kasus serupa di kemudian hari,” katanya.














