PORTALNUSAINA.COM,BULA- Ketua Tabuliik Institute Junedi Mahad, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus dugaan rudapaksa terhadap anak di bawah umur yang kembali terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Kasus terbaru ini menimpa seorang anak di Desa Waimatakabo, Kecamatan Bula Barat yang diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh seorang pria berinisial PS.
Kasus ini terungkap setelah orang tua korban melaporkan perbuat bejat pelaku ke pihak Kepolisian Sektor Banggoi dan pelaku berhasil dibekuk oleh Tim Buser Polres SBT pada Jumat (31/10/2025) malam di dusun Taman Bukit Pemalas, Desa Waiketambaru, Kecamatan Bula Barat.
“Tabuliik Institute sangat prihatin atas meningkatnya kasus rudapaksa terhadap anak di bawah umur di SBT. Ini menjadi alarm serius bagi kita semua,” kata Junedi Mahad, Sabtu (1/11/2025).
Menurutnya, langkah nyata untuk menekan angka kekerasan seksual terhadap anak harus dilakukan bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Ia menilai, selain penegakan hukum yang tegas, dibutuhkan pula sosialisasi dan edukasi yang masif kepada masyarakat.
“Kita semua harus memerangi kasus ini. Sosialisasi ke masyarakat sangat penting agar ada kesadaran kolektif untuk melindungi anak-anak dari predator seksual,” ujarnya.
Junedi menjelaskan, strategi pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari memperkuat lingkungan yang aman bagi anak, dukungan dari orang tua dan pengasuh hingga peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga.
“Penegakan hukum harus dijalankan seberat-beratnya bagi pelaku pelecehan seksual. Selain itu, kita perlu menanamkan norma dan nilai moral sejak dini. Lingkungan yang aman, dukungan keluarga serta pendidikan dan keterampilan hidup bagi anak-anak adalah kunci,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa layanan respon cepat bagi korban, termasuk pendampingan psikologis dan hukum juga perlu diperkuat. “Ini bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum, tapi tugas kita semua sebagai masyarakat,” tegas Junedi.
Kasus kekerasan seksual terhadap anak di SBT belakangan ini memang menjadi sorotan. Aparat kepolisian pun terus diminta untuk menindak tegas pelaku agar ada efek jera, sekaligus memberikan rasa aman bagi anak-anak di wilayah tersebut. (PN-01)















